apa itu web server

Apa Itu Web Server? Pengertian, Fungsi, Fitur dan Contohnya

Kamu pasti sudah pernah mendengar web server, namun belum tahu terlalu dalam arti dari web server tersebut.

Pasalnya, kebanyakan orang hanya tahu istilahnya, tanpa tahu pengertian dari web server sendiri.

Padahal, jika ingin terjun ke dunia website atau ingin mulai aktif membuat blog, wajib sekali untuk mengetahui web server secara mendalam.

Oleh karena itu, disini kamu akan mengetahui apa itu web server, fungsi, fitur, cara kerja dan contohnya secara lengkap.

Apa Itu Web Server?

Web server bisa diartikan sebagai komputer yang dapat menyimpan, memproses hingga mengirim file website ke web browser.

Web server sendiri terdiri dari hardware serta software yang menggunakan HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang berfungsi untuk merespon permintaan pengguna web dari WWW alias World Wide Web.

Melalui proses ini, web server dapat membuat serta mengirim halaman yang diminta untuk disajikan pada browser pengguna, misalnya Google Chrome.

Selain itu, web server juga menggunakan SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) dan FTP (File Transfer Protocol) saat memproses file untuk email maupun penyimpanan.

Jika dilihat dari sisi hardware, web server akan terhubung ke internet untuk bertukar data atau file di antara perangkat lain yang sama-sama terhubung.

Adapun data atau file yang dimaksud bisa berupa gambar, HTML, file JavaScript maupun Stylesheet CSS.

Selain itu, hardware ini menyimpan software web server yang bisa mengontrol cara pengguna web dalam mengakses file yang dihosting.

Tentunya, software itu terdiri dari beberapa komponen, setidaknya berisi satu server HTTP.

Buat yang belum tahu, server HTTP merupakan software yang dapat menangkap permintaan HTTP serta URL.

Fungsi Web Server

Web server memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:

  • Melakukan hosting beberapa website atau aplikasi web
  • Mengirim dan menerima email
  • Melakukan pemrosesan permintaan FTP (File Transfer Protocol)
  • Membersihkan cache yang ada pada browser, seperti berkas gambar maupun file tidak terpakai
  • Mengecek permintaan HTTP berdasarkan keinginan klien terkait keamanan website

Web server akan bertugas untuk melakukan hosting website supaya dapat diakses melalui jaringan internet.

Oleh sebab itu, fitur serta fungsi yang dimiliki oleh web server lebih terfokus pada pembuatan serta pemeliharaan lingkungan hosting.

Jadi, kalau ingin membuat dan mengonlinekan website, kamu membutuhkan akses ke web server.

Cara paling mudah adalah melalui website hosting, atau bisa juga dengan Cloud VPS murah.

Dengan memilih website hosting untuk memantau dan memelihara web server, kamu akan mendapatkan sejumlah keuntungan, seperti uptime dan performa yang optimal, hemat biaya, server aman, ada banyak pilihan paket hosting, serta fleksibilitas.

Fitur Web Server

Tak hanya mendukung protokol HTTP untuk memproses permintaan serta respon yang masuk, hampir semua web server memberikan penawaran fitur standar serupa, seperti:

1. File Logging

File log dapat mencatat peristiwa maupun aktivitas yang telah dilakukan oleh web server, seperti keamanan, permintaan maupun error log.

Setiap kali web server mendapatkan permintaan baru, maka sebaris teks akan muncul dan ditambahkan ke log.

2. Autentikasi

Ada banyak server yang menawarkan fitur ini sebelum mulai mengizinkan akses parsial atau penuh ke resource website.

Fitur autentikasi sendiri biasanya mencakup permintaan otorisasi, dimana memerlukan informasi mengenai nama pengguna serta kata sandi.

3. Pembatasan Bandwidth

Perlu kamu tahu bahwa bandwidth web server merupakan jumlah data yang dapat ditransfer maupun diproses pada waktu tertentu.

Pembatasan bandwidth dapat mengontrol kecepatan respon supaya memastikan jaringan tidak terlalu penuh serta membuat kamu dapat mengirimkan file secara lancar.

4. Ruang Penyimpanan

Ruang penyimpanan ini mengacu pada jumlah ruang disk yang tersedia untuk menyimpan file hingga menentukan apakah web server bisa menghosting website.

Selain beberapa fitur di atas, web server ternyata masih memiliki elemen penting lainnya, seperti:

5. Uptime

Uptime alias waktu aktif server akan mencatat berapa lama web server berjalan serta bisa memproses maupun mengirim permintaan file.

Uptime server juga dapat mempengaruhi waktu operasi website yang dihostingnya atau dikenal dengan istilah uptime website.

Adapun standar uptime yang diharapkan saat ini adalah berkisar 99,9 persen.

6. Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman yang ada dalam web server merupakan jenis kode yang digunakan untuk mengembangkan program yang dijalankan oleh server.

Bahasa pemrograman ini sering juga disebut sebagai bahasa script sisi server.

Salah satu bahasa pemrograman yang populer, yaitu Python dan PHP.

Cara Kerja Web Server

Cara kerja web server menggunakan model klien-server, dimana satu program yang disebut “klien” akan meminta resource atau layanan dari program lain yang disebut sebagai “server”.

Biar lebih mudah dimengerti, kamu bisa simak cara kerja web server berikut:

  • Ketika pengguna web ingin mengakses konten yang ada dalam website, browser akan meminta akses melalui internet yang dikenal dengan “HTTP Request”. Selanjutnya, browser akan mencari alamat IP website yang diminta dengan menerjemahkan URL halaman web melalui DNS (Domain Name System) atau pencarian dalam cache. Proses ini dapat menemukan web server yang menghosting file web tersebut.
  • Web server dapat menerima permintaan HTTP, kemudian memprosesnya melalui server HTTP. Saat permintaan sudah diterima, server HTTP akan menelusuri file server agar bisa mendapatkan data yang relevan.
  • Selanjutnya, web server akan mengembalikan hasil dalam bentuk file website ke browser yang tadinya mengirimkan permintaan. Sehingga, pengguna web pun bisa melihat konten website yang mereka cari.

Jika server HTTP gagal menemukan atau memproses file yang diminta, maka server akan merespons browser menggunakan kode error.

Salah satu pesan yang sering muncul dan kamu lihat yaitu “error 404 not found” atau “403 forbidden” jika masalahnya terkait perizinan.

Namun, apabila web server gagal menerima respons karena masalah waktu lama alias tidak tepat waktu dari server lain yang berperan sebagai proxy atau gateway, maka pesan error yang muncul adalah “504 gateway timeout”.

Contoh Web Server Terpopuler

Berikut ini ada beberapa web server terpopuler yang bisa kamu ketahui, yaitu:

1. Apache Web Server

Apache menjadi salah satu pilihan web server pertama dan menjadi pilihan terbaik bagi para pemilik website, penyedia hosting, hingga developer.

Web server terpopuler ini bisa kamu gunakan secara gratis dari banyak sistem operasi, seperti Mac OS, Linux hingga Windows.

2. NginX

Dulunya, NginX hanya berfungsi untuk melayani web HTTP saja, tetapi kini sudah bisa digunakan untuk reverse proxy, proxy email, hingga HTTP Load Balancer.

NginX terkenal dengan kecepatan serta kemampuan terbaiknya dalam menangani banyak koneksi, sehingga banyak sekali website yang memiliki traffic tinggi saat menggunakan web server ini.

3. Microsoft Internet Information Services (IIS)

IIS merupakan software web server eksklusif yang telah dikembangkan oleh Microsoft serta banyak digunakan oleh sistem operasi Windows.

4. LiteSpeed

LiteSpeed menjadi salah satu web server yang mampu bersaing dengan web server lain.

Tak hanya memiliki resource ringan, kapasitas yang dimilikinya pun jauh lebih besar, sehingga dapat menangani banyak klien di waktu sama dengan lancar.

Dalam dunia web hosting, berbagai web host memiliki dukungan jenis server yang berbeda-beda, contohnya wordpress hosting Indonesia yang menggunakan web server terbaik hingga saat ini.

Itulah informasi mengenai apa itu web server secara lengkap yang bisa kamu tahu.

Dengan adanya web server, maka performa website yang kamu miliki pun dapat berkembang dan mengalami peningkatan traffic.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.